Bije Widjajanto shares his thought

Manusia dilahirkan untuk memberi arti bagi orang lain. Saya membagikan ide dan pemikiran saya lewat posting dalam blog ini dengan harapan ada yang bermanfaat bagi para pembaca. Topik yang saya angkat dalam blog ini berkisar antara: membangun motivas diri, self leadership, team building, konsep business development dan secara khusus franchising. Saya membuka diri bagi para pembaca yang ingin memberi masukan, komentar, kritik, saran ataupun koreksi.

Thursday, January 05, 2006

Syarat Franchise Sebuah Usaha (FRANCHISE #04)

Kapan Sebuah Usaha Bisa Difranchisekan???

Sebenarnya untuk layak disebut sebagai 'franchise' itu agak rumit, dan cukup sulit untuk diterapkan, apalagi oleh usaha2 kecil di Indonesia. Biayanya cukup besar.

Seperti posting saya dulu 'how to select franchise', franchise yang baik harus memiliki:

  1. brand awareness yang tinggi >50%
  2. sistem yang lengkap, standard, documented, transferable dan measurabel
  3. support yang kuat, flexible dan relevan terhadap business targetnya

Nah untuk 3 hal tsb, sebagian besar franchise lokal, > 85% masih 'payah' alias 'parah'. Banyak mereka memahami bahwa sistem franchise yang baik itu hanya pada agreementnya, padahal agreement itu hanya ujungnya saja.

Oleh karena itulah muncul istilah business opportunity. Syarat bisnis yang bisa difranchisekan ada 3 (menurut saya):

  1. profitable. Bisnis ini harus proven menguntungkan, kalo gak ya nggak ada yang pingin beli apalagi mau beli.
  2. uniquenss. Produk/jasa yang dijual harus unique, tidak mudah ditiru orang. Kesel juga kalo kita sudah beli franchise mahal2 e.. besoknya di sebelah buka outlet dengan produk benar2 sama dan harganya lebih murah karena gak bayar royalty. Selain itu, uniqueness bisa membuat kita bisa mengundang pasar untuk datang dan ada alasan yang kuat untuk 'memaksa' mereka beli pruduk kita.
  3. brand. Lewat brand, kita bisa ngomong kepada pasar segala hal tentang keunggulan dan keunikan produk kita, kalau gak ada brandnya ya susah ngomongnya dan akhirnya sulit untuk dikenal.

Nahh dari 3 syarat tersebut ada 3 tingkatan franchising, setidaknya menurut saya lagi:

  1. Franchise kalau sudah punya syarat profitable, uniqueness dan brand
  2. Business Opportunity, hanya punya syarat profitable saja, uniquenss dan brand belum punya, atau dalam pengembangan.
  3. Business Concept, kalau semuanya belum punya, jadi baru konsep bisnis di atas kertas putih. Tapi anehnya di Indonesia business concept saja sudah ada yang mau beli.

Nah... ini peluang besar bagi rekan2 yang punya kreativitas. Tulislah kreativitas anda menjadi sebuah konsep bisnis yang bagus. Terus jual ke orang yang punya duit tapi gak kreatif. Pasti mereka tertarik kalo diiming2i duitnya bisa tambah banyak. Nah.... siapa yang lebih unggul?? Pilih mana: kreatif atau punya duit???

Kalau anda kreatif pasti pilih DUA DUANYA, ya kreatif dan PUNYA DUIT.

Semoga bermanfaat & Salam.

Bije Widjajanto

1 Comments:

At 3:37 PM, January 09, 2006, Blogger Aidi said...

nice post...

saat ini banyak juga perusahaan yg belum dikenal sama sekali nama dagang atau perusahaannya tiba-tiba menawarkan bisnisnya secara waralaba. Nah kalau utk kasus semacam ini, berarti resiko dan peluangnya sama seperti bikin sendiri usaha baru, bukan??

salam
Aidi
http://eaidi.blogspot.com
-------------

ps.
mas kalo ada rencana ganti template/theme, coba kunjungi http://blogtheme.blogspot.com

 

Post a Comment

<< Home